Friday, November 25, 2016

Puluhan Ribu Orang Mengungsi Akibat Kebakaran Hutan di Israel

Kebakaran hutan di Haifa, Israel. (Foto: AP)


Si jago merah dengan cepat menyebar, dari satu dahan ke dahan lain. Membuat segala yang ditapakinya berubah abu. Daun-daun yang dulunya hijau meranggas, menyala bak kemarahan yang tak mau dipadamkan.
Kebakaran hutan besar tengah terjadi di Haifa. Belum diketahui seberapa luas cakupan api. Akan tetapi, seperti diwartakan BBC, Kamis (24/11/2016), baranya telah tertiup angin kering hingga ke rumah penduduk di dekat Yerusalem dan Tepi Barat.
Sedikitnya 250 ribu rumah diperkirakan terdampak kebakaran hutan ini. Juru bicara Kotamadya Haifa, Or Doron mengatakan bahwa saat ini lebih dari 50 ribu penduduk telah mengungsi dari rumahnya.
Sebelum meninggalkan kota, warga terpantau memenuhi supermarket dan membeli barang-barang kebutuhan pokok. Sekolah dan perguruan tinggi sudah ditutup. Sekira 300 siswa di Talmon, pemukiman Israel di Tepi Barat, telah dibawa ke tempat yang lebih aman. Panti asuhan dan panti jompo terdekat juga sibuk berkemas dan mengevakuasi para penghuninya.
Lebih jauh ke selatan di Jalan Raya 443 yang menghubungkan Yerusalem dan Tel Aviv, serta melintasi Tepi Barat, telah ditutup. Otoritas setempat diketahui telah melakukan penutupan sejak Kamis 24 November pagi karena api telah mencapai Kota Modi’in.
Laporan kematian dan luka serius sejauh ini belum dilaporkan. Namun menurut badan layanan mobil ambulans nasional sudah ada 55 orang yang dirawat karena menghirup asap kebakaran. Bahkan 36 di antaranya telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Sementara korban manusia belum dilaporkan secara signifikan, rumah dan mobil telah dilaporkan mengalami kerusakan. Meski begitu, jumlahnya juga belum bisa dipastikan.
Militer, petugas pemadam kebakaran dan regu tanggap bencana terkait telah dikerahkan ke lokasi kejadian. Namun api hingga saat ini belum berhasil dipadamkan. Cuaca dan angin kering yang menyelimuti Haifa disebut-sebut menjadi kendala pemadaman. Badan peramal cuaca setempat bahkan memperkirakan kondisi ini masih akan terus berlanjut sampai awal pekan depan.

Sumber : news.okezone.com






















Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment